PATI, infobaroe.com – Rencana investasi sekitar Rp12,6 triliun dari delapan perusahaan di Kabupaten Pati dinilai perlu diikuti dengan pelayanan perizinan yang efektif dan kepastian regulasi. Langkah tersebut dianggap penting agar rencana investasi dapat segera diwujudkan dalam kegiatan usaha.
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Narso, mengatakan pemerintah daerah perlu memberikan pelayanan yang mudah dan cepat tanpa mengabaikan ketentuan administrasi serta aturan hukum yang berlaku.
“Komitmen investasi ini harus kita sambut dengan pelayanan yang cepat dan kepastian aturan. Investor membutuhkan kepastian, sementara pemerintah tetap harus memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan,” kata Narso.
Ia menilai fasilitas seperti Mal Pelayanan Publik serta Satgas Percepatan Investasi memiliki peran penting dalam membantu investor memperoleh layanan secara lebih sederhana dan terkoordinasi.
Menurut Narso, penyederhanaan proses bukan berarti mengurangi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap tahapan tetap harus memenuhi ketentuan, namun pelaksanaannya diharapkan tidak menimbulkan hambatan birokrasi yang tidak diperlukan.
“Yang kita inginkan adalah proses yang sederhana, transparan dan memiliki kepastian. Ketika semua persyaratan terpenuhi, jangan sampai investor menghadapi proses yang berbelit-belit,” ujarnya.
Narso juga mendorong penguatan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah. Dengan koordinasi yang lebih baik, berbagai kebutuhan dan proses yang berkaitan dengan investasi dapat ditangani secara terpadu sehingga pelaksanaannya menjadi lebih efektif.
Ia berharap kepastian regulasi dan kualitas pelayanan publik dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan iklim investasi yang mendukung perkembangan ekonomi Kabupaten Pati.
(ADV)




