PATI, infobaroe.com – Pembangunan talud masuk dalam rencana penanganan infrastruktur yang didukung tambahan anggaran Rp38 miliar melalui APBD Perubahan Kabupaten Pati tahun 2026. Pelaksanaannya diharapkan mampu melindungi infrastruktur di kawasan yang membutuhkan penanganan serta menjaga kestabilan tanah.
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Ulin Nuha, mengingatkan bahwa pembangunan talud harus diawali dengan perencanaan yang matang. Penentuan lokasi pekerjaan perlu mempertimbangkan kondisi geografis, karakteristik tanah, hingga potensi kerawanan di sekitar area pembangunan.
Menurutnya, keberadaan talud dapat membantu menahan pergerakan tanah dan melindungi fasilitas publik apabila dibangun sesuai kebutuhan lapangan. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan setiap pekerjaan didasarkan pada pemeriksaan dan kajian teknis yang memadai.
“Pembangunan talud perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan. Yang terpenting, titik pekerjaan dipilih berdasarkan kebutuhan dan konstruksinya direncanakan secara benar agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” demikian pernyataan Ulin Nuha.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari rampungnya pekerjaan secara fisik. Mutu konstruksi, penggunaan material sesuai spesifikasi, serta kesesuaian pelaksanaan dengan perencanaan juga harus menjadi perhatian.
Ulin menilai pengawasan perlu dilakukan sejak tahap persiapan, selama proses pengerjaan, hingga proyek dinyatakan selesai. Langkah tersebut penting untuk memastikan kualitas bangunan tetap terjaga dan meminimalkan kemungkinan terjadinya penyimpangan dari spesifikasi teknis.
Selain itu, evaluasi terhadap kondisi lokasi setelah pembangunan juga diperlukan untuk mengetahui apakah talud telah berfungsi sesuai tujuan. Dengan demikian, anggaran yang dialokasikan dapat memberikan manfaat optimal bagi perlindungan infrastruktur dan fasilitas publik.
Ia berharap program pembangunan talud melalui APBD Perubahan 2026 dapat menjawab kebutuhan di wilayah yang memerlukan penanganan. Penentuan prioritas, menurutnya, harus tetap mengacu pada kondisi nyata di lapangan.
Ulin juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati mempersiapkan pelaksanaan pekerjaan secara cermat. Terbatasnya waktu hingga akhir tahun anggaran perlu menjadi pertimbangan agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal tanpa mengabaikan kualitas konstruksi.
(ADV)




