Peternak Pati Kalah Bersaing, DPRD Akan Telusuri Penyebab Pasokan dari Jatim

banner 728x60

PATI — Persoalan daya saing peternak unggas dan telur di Kabupaten Pati mendapat perhatian DPRD. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah masih adanya penyerapan produk dari Jawa Timur ketika kebutuhan pasar sebenarnya dapat dipenuhi dari peternak lokal.

Ketua Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PPP, Muslihan, mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab produk dari Jawa Timur lebih banyak terserap. Menurutnya, diperlukan pengecekan langsung untuk mengetahui persoalan yang terjadi di tingkat lapangan.

“Kami belum melakukan sidak secara langsung. Akan tetapi nanti kami lakukan sidak supaya tahu kenapa menyerapnya di Jawa Timur,” ujar Muslihan.

Ia menyebut ada beberapa kemungkinan yang perlu diperiksa. Di antaranya menyangkut kualitas produk unggas dan telur dari Pati, ketersediaan stok, hingga kemampuan peternak menyediakan pasokan sesuai waktu kebutuhan.

“Apakah kualitas di Pati kurang atau bagaimana, atau stoknya memang tidak mencukupi atau tidak tepat pada waktu saat dibutuhkan. Nah, ini nanti baru kita cari solusinya,” jelasnya.

Muslihan menilai persoalan tersebut tidak bisa hanya dilihat dari sisi harga. Kondisi riil peternak dan kebutuhan perusahaan maupun pasar harus diketahui terlebih dahulu sebelum menentukan langkah perbaikan.

Karena itu, Komisi B berencana turun langsung ke lapangan dan berkoordinasi dengan komunitas serta asosiasi peternak unggas. Jika nantinya ditemukan bahwa persoalan utama berada pada kualitas, Muslihan berharap asosiasi ikut mendorong anggotanya melakukan pembenahan.

“Kita terjun di lapangan. Kalau memang itu nanti kualitas, harapan kami di komunitas-komunitas asosiasi ini juga berpikir tentang kualitas itu,” katanya.

Di sisi lain, Muslihan menyebut apabila penyerapan produk berkaitan dengan kebijakan perusahaan yang ditentukan oleh kantor pusat, DPRD akan mencoba membuka komunikasi dengan pihak terkait.

“Kalau perusahaan besar ini kan secara pusat ya, jadi nanti kita komunikasi dengan pusat,” pungkasnya.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar penyebab ketatnya persaingan produk lokal dengan pasokan dari luar daerah dapat diketahui secara objektif. Dengan begitu, solusi yang diambil nantinya tidak sekadar menyikapi harga, tetapi juga memperbaiki kualitas, kontinuitas, dan ketepatan pasokan peternak Pati.

(ADV)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *