Polsek Sukolilo Gagalkan Tawuran Dua Geng Remaja di Pasar Sukolilo

banner 728x60

PATI – Kepolisian Sektor (Polsek) Sukolilo berhasil menggagalkan aksi tawuran antar kelompok geng remaja yang rencananya terjadi di pertigaan Pasar Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Senin (13/1/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.

Tawuran tersebut melibatkan dua kelompok remaja, yakni geng All Star Sukolilo dan geng Resplat Lebak Wetan, yang sebelumnya saling menantang melalui media sosial.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan, S.H., M.M., mengatakan penggagalan tawuran berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya pergerakan sekelompok remaja di sekitar area pasar.

“Kami menerima laporan dari warga dan langsung memerintahkan personel piket serta fungsi terkait untuk segera mendatangi lokasi,” ujar AKP Sahlan.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati sejumlah remaja dari dua kelompok yang diduga kuat hendak melakukan perkelahian massal. Dengan bantuan warga setempat, aparat kepolisian berhasil membubarkan kedua kelompok sebelum bentrokan terjadi.

“Alhamdulillah situasi dapat kami kendalikan dan tidak ada korban dalam kejadian ini,” jelasnya.

Dalam pengamanan tersebut, polisi mengamankan sejumlah remaja yang seluruhnya masih berstatus pelajar. Dari kelompok Resplat Lebak Wetan diamankan lima orang berinisial FB (18), WA (16), APP (15), ASP (15), dan RAM (17). Sementara dari kelompok All Star Sukolilo diamankan empat orang berinisial TDS (16), TH (15), RAS (17), dan RQ (16).

Selain mengamankan para remaja, petugas juga menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario serta sejumlah batu yang diduga akan digunakan sebagai sarana tawuran. Seluruhnya kemudian dibawa ke Mapolsek Sukolilo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

AKP Sahlan menegaskan bahwa aksi tawuran, meskipun belum sempat terjadi, merupakan perbuatan yang sangat membahayakan keselamatan jiwa dan ketertiban umum.

“Tawuran berpotensi menimbulkan korban jiwa dan sangat meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, harus kami cegah sejak dini,” tegasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui kedua kelompok sepakat melakukan tawuran setelah berkomunikasi dan saling menantang melalui media sosial. Hal ini menjadi perhatian serius kepolisian.

“Media sosial kerap dijadikan sarana provokasi oleh kelompok remaja. Ini menjadi atensi kami,” imbuh AKP Sahlan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa karena para pelaku masih di bawah umur, penanganan dilakukan dengan mengedepankan upaya pembinaan dengan melibatkan orang tua, pihak desa, dan sekolah.

“Kami tetap melakukan proses sesuai aturan yang berlaku, namun fokus utama kami adalah pembinaan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya,” jelasnya.

Kapolsek Sukolilo juga mengimbau para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anaknya, terutama aktivitas di media sosial.

“Kami akan terus meningkatkan patroli dan respons cepat. Peran serta masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif,” pungkas AKP Sahlan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *