PATI – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh jalan berlubang di Kabupaten Pati menjadi perhatian utama H. Hardi, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati. Ia menilai perbaikan infrastruktur jalan bukan sekadar urusan estetika kota atau kelancaran transportasi, melainkan menyangkut nyawa dan keselamatan masyarakat yang melintas setiap harinya.
Laporan mengenai pengendara motor yang terjatuh akibat menghindari lubang jalan atau jembatan yang rawan ambrol terus masuk ke meja DPRD. Hardi merasa sangat prihatin dan menganggap pemerintah daerah memiliki utang keselamatan kepada warga. Oleh karena itu, ia mendesak agar anggaran perbaikan infrastruktur dalam APBD 2026 segera disahkan dan dipersiapkan secara teknis.
“Ini adalah kebutuhan mendesak. Keselamatan warga tidak bisa ditunda. Dengan anggaran sekitar Rp200 miliar, kami ingin tahun 2026 nanti masyarakat Pati bisa berkendara dengan rasa aman tanpa harus was-was akan lubang maut di jalanan,” ungkap Hardi. Ia menekankan bahwa prioritas akan diberikan pada jalur-jalur padat penduduk dan rute sekolah.
Selain jalan, perhatian khusus juga diberikan pada perbaikan jembatan yang usianya sudah tua dan membutuhkan penguatan struktur. Jembatan yang rusak dinilai sangat berisiko bagi kendaraan bermuatan berat. Demikian pula dengan talut yang rusak, jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan akan memicu longsor yang menutup akses jalan dan membahayakan warga sekitar.
Hardi menegaskan bahwa DPRD akan terus menagih progres dari dinas terkait. Ia berharap pelaksanaan program perbaikan ini tidak meleset dari jadwal yang telah direncanakan pada tahun 2026. Baginya, setiap rupiah yang dikeluarkan dari APBD harus sebanding dengan peningkatan rasa aman dan kenyamanan yang dirasakan oleh seluruh penduduk Kabupaten Pati.
(ADV)




