PATI — Dugaan pencemaran limbah tapioka di Sungai Mbago kini mulai merembet ke sektor ekonomi, khususnya pertanian. Warga Desa Bulumanis Lor melaporkan bahwa kondisi air sungai yang berwarna coklat gelap dan tercemar diduga kuat telah menurunkan kualitas air irigasi yang digunakan petani setempat.
Karwito, Anggota Komisi A DPRD Pati, menyayangkan jika sektor pertanian harus menjadi korban dari aktivitas industri yang tidak ramah lingkungan. Menurutnya, air sungai yang tercemar bahan kimia atau limbah organik tinggi dapat merusak kesuburan tanah dan menghambat pertumbuhan tanaman.
“Kondisi ini jelas berdampak pada kegiatan pertanian warga. Jika air irigasinya saja sudah tercemar limbah, bagaimana petani bisa menghasilkan panen yang bagus? Inilah yang akan terus saya kawal agar ada langkah konkret perlindungan terhadap lingkungan dan ekonomi petani kita,” tegas Karwito.
(ADV)




