PATI – Kegiatan FGD yang berlangsung di Ruang Kembangjoyo Setda Pati, menjadi ajang bagi DPRD untuk mengingatkan pentingnya substansi dalam kerja sama daerah. Sekretaris Komisi B DPRD Pati, Mukit, mewanti-wanti agar kemitraan dengan perguruan tinggi tidak terjebak pada seremonial dan forum diskusi semata.
Mukit menegaskan bahwa esensi dari kolaborasi adalah aksi di lapangan. Menurutnya, masyarakat pedesaan di Pati saat ini sangat membutuhkan sentuhan inovasi untuk meningkatkan produktivitas desa. Oleh karena itu, sinergi dengan akademisi harus diwujudkan dalam bentuk pendampingan yang intensif dan berkelanjutan.
Legislator ini juga menyoroti akses yang dimiliki pemerintah terhadap kebijakan sebagai instrumen pendukung riset kampus. Dengan menyatukan kekuatan riset universitas dan otoritas pelaksanaan pemerintah, hambatan-hambatan dalam program pemberdayaan diyakini bisa diatasi lebih cepat dan efisien.
“Kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah tidak hanya sebatas forum diskusi, tetapi harus diwujudkan dalam program nyata yang memberikan dampak langsung,” tegas Mukit dalam acara yang diinisiasi oleh LPPM UNNES tersebut.
(ADV)




