PATI – Meningkatnya potensi gangguan kamtibmas melalui jalur non-fisik memicu kekhawatiran bagi DPRD Kabupaten Pati. Anggota Komisi A, Adam Maulana, menekankan bahwa peningkatan literasi digital di tengah masyarakat adalah investasi jangka panjang untuk menjaga keamanan daerah dari ancaman hoaks.
Menurut Adam, peran elemen masyarakat sangat vital dalam menciptakan lingkungan informasi yang sehat. Jika masyarakat memiliki kemampuan literasi yang mumpuni, maka berita bohong yang bertujuan memprovokasi tidak akan mendapatkan ruang untuk berkembang dan menimbulkan kegaduhan.
Ia menggarisbawahi bahwa ancaman hoaks seringkali menyasar emosi masyarakat, sehingga daya tangkal terhadap gangguan sosial harus diperkuat dari level individu. Adam mengajak tokoh masyarakat untuk ikut memberikan edukasi mengenai cara membedakan fakta dan opini yang menyesatkan.
“Peran seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam menangkal penyebaran informasi negatif, termasuk dengan meningkatkan literasi digital,” tuturnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa edukasi digital kini memiliki kaitan erat dengan strategi pengamanan wilayah secara menyeluruh.
(ADV)




