Mukit Soroti Sistem Bagi Hasil, Kenaikan Harga Solar Langsung Tekan Pendapatan Nelayan

banner 728x60

PATI, infobaroe.com – Kenaikan harga solar industri tidak hanya membebani pemilik kapal, tetapi juga mengurangi pendapatan para anak buah kapal (ABK). Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, yang menilai sistem bagi hasil di sektor perikanan membuat dampak kenaikan BBM langsung dirasakan para nelayan.

Menurut Mukit, mayoritas kapal nelayan di Juwana menerapkan sistem bagi hasil antara pemilik kapal dan ABK. Ketika biaya operasional meningkat akibat mahalnya solar industri, keuntungan hasil tangkapan otomatis berkurang.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Nelayan di Juwana bekerja dengan sistem bagi hasil. Jadi ketika biaya solar naik, beban itu ikut mengurangi pendapatan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan melaut,” katanya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya kapal berukuran di atas 30 Gross Ton (GT) yang diwajibkan menggunakan solar nonsubsidi. Akibatnya, banyak pemilik kapal memilih tidak melaut karena biaya yang harus dikeluarkan dinilai terlalu tinggi.

Mukit mengungkapkan, berdasarkan aspirasi yang diterimanya, sekitar 80 persen kapal nelayan di Juwana saat ini masih bersandar di pelabuhan. Situasi itu membuat ribuan ABK kehilangan kesempatan memperoleh penghasilan.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh dipandang hanya sebagai masalah kenaikan harga BBM, tetapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

“Kalau kapal tidak berangkat, ABK tidak mendapatkan bagian hasil tangkapan. Artinya, banyak keluarga nelayan yang pendapatannya ikut terhenti. Ini yang harus menjadi perhatian pemerintah,” tegas Mukit.

Ia berharap pemerintah segera menghadirkan kebijakan solar khusus bagi nelayan agar aktivitas penangkapan ikan kembali berjalan dan kesejahteraan masyarakat pesisir dapat terjaga.

“Kami berharap ada solusi yang benar-benar berpihak kepada nelayan. Dengan biaya operasional yang lebih terjangkau, kapal bisa kembali melaut dan roda ekonomi masyarakat pesisir Juwana kembali bergerak,” tutupnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *