PATI — Semarak olahraga mewarnai Kecamatan Winong dalam gelaran Turnamen Bola Voli Antar Desa Winong 2026. Kompetisi yang telah berlangsung selama lima tahun tersebut menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun semangat kompetitif melalui olahraga.
Laga puncak turnamen berlangsung pada Kamis (13/8/2026) di Lapangan Bola Voli Citra Muda Mojorembun, Desa Wirun, Kecamatan Winong. Anggota DPRD Pati Fraksi PKB, Kastomo, turut hadir menyaksikan pertandingan final sekaligus memberikan apresiasi kepada para peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Kastomo juga menyerahkan piala secara simbolis kepada para pemenang. Ia mengucapkan selamat kepada tim yang berhasil meraih prestasi dan mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti kompetisi hingga pertandingan terakhir.
Menurut Kastomo, turnamen antar desa tidak semata-mata menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, kompetisi tersebut menjadi tempat bagi anak-anak muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.
“Turnamen ini sudah berjalan lima tahun. Artinya, kegiatan ini sudah menjadi ruang yang cukup baik bagi anak-anak muda yang memiliki hobi dan kemampuan bermain voli untuk menunjukkan bakatnya,” kata Kastomo.
Ia melihat cukup banyak pemain muda potensial yang muncul dari kompetisi tingkat desa. Potensi tersebut, menurutnya, perlu mendapatkan perhatian agar dapat berkembang dan memiliki kesempatan untuk tampil pada level yang lebih tinggi.
“Banyak bakat muda yang terlihat di sini. Ini harus terus dikembangkan. Jangan berhenti hanya di tingkat kecamatan, tetapi kalau memang memiliki kemampuan, bisa diarahkan untuk mengikuti seleksi atau kompetisi di tingkat Kabupaten Pati,” ujarnya.
Kastomo berharap adanya kesinambungan antara kompetisi di tingkat desa dengan pembinaan olahraga di tingkat kabupaten. Dengan demikian, turnamen lokal dapat menjadi salah satu pintu untuk menemukan bibit atlet yang nantinya mampu membawa nama baik daerah.
“Harapan kami, talenta-talenta yang muncul dari turnamen seperti ini bisa diakomodir melalui kejuaraan dan seleksi di tingkat kabupaten. Jadi ada jenjang yang jelas bagi mereka untuk berkembang,” tuturnya.
Selain sebagai wadah pembinaan olahraga, Kastomo menyebut turnamen tersebut juga memiliki makna tersendiri karena digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia menilai kegiatan olahraga yang melibatkan generasi muda dapat menjadi sarana untuk membangun kebersamaan sekaligus mengarahkan mereka pada kegiatan yang lebih produktif.
“Momentum kemerdekaan ini sebaiknya diisi dengan kegiatan yang positif. Anak-anak muda diberikan ruang untuk berkumpul, bertanding, berprestasi, dan menjaga sportivitas,” jelasnya.
Kastomo menambahkan, kegiatan seperti ini juga dapat menjadi pilihan bagi anak-anak muda agar tidak hanya menghabiskan waktu dengan bermain gim maupun berkumpul tanpa kegiatan yang produktif.
“Yang penting anak-anak muda punya ruang untuk beraktivitas. Mereka bisa menyalurkan energi dan hobinya melalui olahraga, sehingga waktunya bisa digunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat,” katanya.
Ia juga berharap penyelenggaraan turnamen ke depan dapat semakin berkembang. Tahun ini, kompetisi tersebut diikuti delapan tim, sedangkan pada tahun sebelumnya jumlah peserta disebut sempat mencapai belasan tim.
Menurutnya, jumlah peserta bukan satu-satunya ukuran keberhasilan turnamen. Hal yang lebih penting adalah bagaimana kompetisi dapat dipertahankan dan kualitas penyelenggaraan maupun pemain terus ditingkatkan.
“Walaupun tahun ini pesertanya delapan tim, mudah-mudahan ke depan bisa kembali bertambah. Yang terpenting turnamen ini tetap ada dan terus menjadi tempat untuk meningkatkan kualitas pemain,” ungkapnya.
Pada partai final, Desa Winong berhasil menjadi juara pertama. Sementara Parang Garudo Desa Godo menempati posisi kedua dan Pemuda Desa Pekalongan meraih juara ketiga.
Kastomo pun memberikan ucapan selamat kepada seluruh tim yang berhasil meraih juara. Ia juga mengapresiasi peserta dan panitia yang telah ikut menyukseskan turnamen hingga berjalan sampai babak final.
“Selamat kepada para juara. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati karena pengalaman bertanding ini juga bagian dari proses untuk menjadi lebih baik. Mudah-mudahan turnamen ini terus berlanjut dan melahirkan pemain-pemain berkualitas dari Kecamatan Winong,” pungkasnya.
(ADV)




