PATI – Persoalan sempitnya akses penghubung antara Kecamatan Winong dan Pucakwangi mulai mendapat solusi. Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) membangun kembali Jembatan Sukopuluhan di Desa Sukopuluhan, Kecamatan Winong.
Proyek yang dimulai pada 16 Juli 2026 tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas jembatan yang selama ini menjadi salah satu titik sempit bagi kendaraan yang melintas.
Jembatan lama hanya memiliki lebar yang cukup untuk satu lajur kendaraan. Kondisi itu membuat kendaraan roda empat dari dua arah harus bergantian ketika berpapasan.
Situasi tersebut tak hanya menghambat perjalanan warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan antrean dan kecelakaan. Terlebih, jalur tersebut menjadi akses alternatif yang cukup banyak digunakan masyarakat Winong dan Pucakwangi.
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto, mengatakan pembangunan jembatan baru dilakukan dengan anggaran Rp1,75 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Pati tahun 2026.
“Proyek pembangunan jembatan dikerjakan dengan anggaran Rp1,75 miliar dari APBD Kabupaten Pati tahun 2026,” kata Hasto.
Pekerjaan Sesuai kontrak, proyek tersebut ditargetkan selesai paling lambat pada 17 Desember 2026.
Hasto menyebut, pelebaran menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan jembatan tersebut. Jembatan baru nantinya direncanakan memiliki lebar 6 meter.
Ukuran tersebut memungkinkan kendaraan melintas dari dua arah secara bersamaan. Dengan demikian, pengendara tidak perlu lagi berhenti atau saling mengalah ketika berpapasan.
“Untuk rencana, jembatan itu akan dilebarkan menjadi 6 meter,” ujarnya.
Peningkatan kapasitas jembatan ini diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kelancaran mobilitas masyarakat. Selain kendaraan pribadi, akses tersebut juga digunakan untuk aktivitas ekonomi, termasuk pengangkutan hasil pertanian.
Dengan kondisi jembatan yang lebih lebar, perjalanan warga antara Winong dan Pucakwangi diharapkan menjadi lebih efisien. Pemerintah juga berharap pembangunan tersebut dapat mengurangi potensi kecelakaan yang selama ini muncul akibat keterbatasan lebar jembatan.
Bagi masyarakat, pembangunan Jembatan Sukopuluhan menjadi penantian atas perbaikan akses yang selama ini dinilai kurang memadai. Mereka berharap proyek tersebut rampung tepat waktu dan dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
(ADV)




