Infrastruktur Belum Optimal, Sadikin Minta Sentra Tambak Jadi Prioritas

banner 728x60

PATI, infobaroe.com — Pengembangan usaha tambak dan garam di Kabupaten Pati dinilai tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan hasil produksi. Kondisi infrastruktur di kawasan pesisir juga menjadi faktor penting karena berkaitan dengan kelancaran kegiatan petani serta besarnya biaya yang harus dikeluarkan.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Sadikin, mengatakan akses menuju kawasan tambak, jaringan saluran air, hingga fasilitas pendukung produksi perlu mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang memadai dapat membantu petani menjalankan kegiatan usaha dengan lebih efisien.

“Tambak jangan hanya dilihat dari hasil produksinya. Akses jalan, saluran air, dan fasilitas pendukung juga sangat menentukan kelancaran usaha petani,” ujarnya.

Sadikin menilai pemerintah perlu melakukan pemetaan terhadap kondisi infrastruktur di sejumlah sentra tambak dan garam. Pemetaan tersebut penting agar pembangunan tidak dilakukan secara merata tanpa mempertimbangkan tingkat kebutuhan masing-masing wilayah.

Dengan perencanaan yang tepat, pembangunan infrastruktur diharapkan dapat memberikan manfaat lebih besar bagi petani, termasuk memperlancar pengangkutan hasil produksi dari lokasi tambak menuju pusat pemasaran.

Selain akses jalan, ia menyoroti pentingnya keberadaan saluran air yang berfungsi dengan baik. Infrastruktur tersebut memiliki kaitan langsung dengan aktivitas budidaya dan produktivitas tambak.

“Kalau akses menuju tambak sulit dan fasilitas pendukungnya terbatas, biaya operasional petani tentu ikut meningkat. Kondisi itu pada akhirnya bisa mengurangi keuntungan yang mereka peroleh,” katanya.

Politisi PKS tersebut berharap kawasan yang menjadi pusat produksi tambak dan garam turut menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan infrastruktur.

Ia juga menilai keterlibatan kelompok petani diperlukan agar program yang disusun benar-benar menjawab persoalan di lapangan. Masukan dari petani dapat menjadi dasar untuk menentukan fasilitas yang paling mendesak dibenahi.

“Pembangunan harus berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Petani yang setiap hari beraktivitas di kawasan tersebut tentu lebih memahami fasilitas apa yang paling membutuhkan penanganan,” pungkasnya.

(ADV)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *