PATI – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Yassin Shodiq, menilai lembaga pendidikan berbasis pesantren perlu terus memperkuat sistem pengawasan dan tata kelola internal sebagai langkah menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh santri.
Menurut Yassin, pondok pesantren memiliki peran besar dalam membentuk karakter, akhlak, dan moral generasi muda. Karena itu, setiap pengelola pesantren perlu memastikan seluruh aktivitas di lingkungan pondok berjalan sesuai aturan yang menjunjung tinggi perlindungan terhadap santri.
Ia mengatakan, selain pendidikan keagamaan, pesantren juga harus membangun sistem pengawasan yang efektif dengan pembagian tugas yang jelas serta mekanisme pelaporan yang mudah diakses apabila terjadi dugaan pelanggaran.
“Pesantren memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik generasi yang berakhlak mulia. Oleh sebab itu, tata kelola lembaga harus terus diperkuat agar seluruh santri merasa aman selama menjalani proses pendidikan,” ujar Yassin.
Politisi PPP tersebut menambahkan, evaluasi terhadap sistem pengawasan perlu dilakukan secara berkala agar setiap potensi persoalan dapat diantisipasi sejak dini. Menurutnya, pengurus, pengasuh, hingga tenaga pendidik harus memahami batasan etika dalam berinteraksi dengan para santri.
Ia juga mendorong setiap pondok pesantren memiliki mekanisme pengaduan yang menjamin kerahasiaan pelapor sehingga santri tidak merasa takut ketika ingin menyampaikan permasalahan yang dialaminya.
“Yang tidak kalah penting adalah membangun budaya saling mengawasi dan saling mengingatkan di lingkungan pesantren. Dengan sistem yang baik, berbagai persoalan bisa dicegah sebelum berkembang menjadi kasus yang lebih serius,” katanya.
Yassin berharap seluruh pengelola pondok pesantren di Kabupaten Pati menjadikan setiap peristiwa yang terjadi di dunia pendidikan sebagai bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan dan perlindungan terhadap santri.
“Kepercayaan masyarakat kepada pesantren harus terus dijaga. Caranya dengan memperkuat tata kelola, meningkatkan pengawasan, dan memastikan setiap santri memperoleh rasa aman selama menempuh pendidikan,” pungkasnya.
(ADV)




