Joko Wahyudi Minta Jalan Rusak di Nggerit Masuk Perhatian Pemkab

banner 728x60

PATI, infobaroe.com – Kondisi ruas jalan yang menghubungkan kawasan Pasar Desa Nggerit dengan Desa Sumur, Kecamatan Cluwak, menjadi perhatian Komisi C DPRD Kabupaten Pati. Jalan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah, meski masih menjadi jalur yang digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Persoalan tersebut semakin menjadi sorotan setelah ruas lain di kawasan Desa Nggerit menuju Desa Sumur yang kondisinya dinilai masih cukup layak justru mendapat pekerjaan pengaspalan.

Anggota Komisi C DPRD Pati, Joko Wahyudi, mengatakan penentuan pembangunan infrastruktur perlu mempertimbangkan kebutuhan warga secara langsung. Menurutnya, kondisi jalan yang menjadi akses utama masyarakat seharusnya menjadi salah satu pertimbangan dalam menetapkan skala prioritas.

“Yang perlu dilihat adalah kebutuhan masyarakat. Kalau ada jalan yang kondisinya sudah rusak dan setiap hari digunakan warga, tentu harus menjadi perhatian dalam menentukan prioritas pembangunan,” ujar Joko.

Ia menjelaskan, keberadaan jalan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran lalu lintas. Bagi masyarakat, akses jalan juga memiliki keterkaitan dengan kegiatan ekonomi, termasuk mobilitas menuju pasar dan distribusi hasil usaha.

“Jalan yang digunakan untuk aktivitas ekonomi masyarakat tentu memiliki fungsi penting. Jangan sampai kerusakannya dibiarkan terlalu lama sementara ruas lain yang kondisinya masih layak justru mendapatkan pekerjaan,” katanya.

Menurut Joko, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi terhadap proses perencanaan pembangunan infrastruktur di daerah. Ia mendorong agar pemerintah tidak hanya mengandalkan hasil survei teknis, tetapi juga memperhatikan informasi yang disampaikan pemerintah desa dan masyarakat.

Komunikasi dengan pemerintah desa dinilai penting karena pihak desa memiliki gambaran mengenai kondisi jalan serta kebutuhan warga di wilayahnya.

“Koordinasi dengan desa itu penting. Pemerintah desa bisa menyampaikan kondisi jalan dan kebutuhan warga secara langsung sehingga perencanaan pembangunan bisa lebih sesuai dengan kondisi lapangan,” ujarnya.

Joko berharap hasil inspeksi Komisi C di Desa Nggerit dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Menurutnya, sidak seharusnya menjadi pintu masuk untuk melakukan evaluasi, bukan sekadar melihat kondisi proyek di lapangan.

Ia juga meminta adanya solusi terhadap ruas jalan yang mengalami kerusakan berat agar kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada penyampaian aspirasi.

“Kita ingin pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya. Kalau memang ada ruas yang rusak parah, harus ada solusi dan perencanaan untuk menanganinya,” pungkas Joko.

(ADV)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *