PATI, infobaroe.com — Upaya menjadikan Tradisi Meron sebagai warisan budaya Kabupaten Pati dinilai perlu dibarengi dengan penguatan edukasi sejarah. Generasi muda harus mendapatkan pemahaman mengenai asal-usul serta nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut.
Anggota Komisi D DPRD Pati Fraksi Gerindra, Maulana Adika Prastya atau Adika, mengatakan edukasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan budaya.
“Kalau kita ingin Meron terus hidup, anak-anak muda harus tahu sejarahnya. Jangan hanya melihat rangkaian acaranya, tetapi juga memahami mengapa tradisi tersebut lahir dan nilai apa yang diwariskan oleh para leluhur,” kata Adika.
Ia menilai pengenalan sejarah dapat dilakukan melalui sekolah, kegiatan kepemudaan, komunitas budaya maupun ruang edukasi lainnya.
“Dengan memahami sejarah, generasi muda akan memiliki kebanggaan. Dari rasa bangga itulah kemudian muncul keinginan untuk ikut menjaga dan melestarikannya,” ungkapnya.
Adika pun mendukung adanya langkah konkret untuk memperkuat dokumentasi dan edukasi mengenai Tradisi Meron.
(ADV)




