Muntamah Dorong Kader Perempuan PKB Pati Berani Ambil Peran

banner 728x60

PATI, infobaroe.com — Pembaruan kepengurusan partai politik dinilai dapat menjadi kesempatan untuk memperluas keterlibatan kader, termasuk memberikan ruang yang lebih besar bagi perempuan dalam menjalankan peran organisasi.

Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKB, Muntamah, mengatakan regenerasi seharusnya tidak hanya berorientasi pada pergantian figur, tetapi juga menjadi bagian dari proses membuka kesempatan yang lebih luas bagi seluruh kader.

“Regenerasi harus menjadi ruang yang terbuka bagi semua kader. Perempuan juga harus diberi kesempatan untuk tampil, berproses, dan mengambil tanggung jawab dalam organisasi,” ujar Muntamah.

Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam aktivitas politik memiliki kaitan dengan berbagai persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Di antaranya menyangkut keluarga, pendidikan, kesehatan, perekonomian, hingga perlindungan sosial.

Karena itu, ia menilai kader perempuan perlu diberikan kesempatan untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan dan tidak sebatas ditempatkan sebagai pelengkap struktur organisasi.

“Perempuan memiliki pengalaman dan sudut pandang yang sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan. Ketika perempuan diberi ruang, semakin banyak perspektif masyarakat yang bisa dibawa ke dalam politik,” katanya.

Muntamah melihat proses penyegaran kepengurusan PKB di tingkat kecamatan sebagai salah satu momentum untuk memperkuat kaderisasi sekaligus memperluas partisipasi perempuan dalam organisasi.

PKB Pati saat ini tengah menyiapkan kepengurusan baru di 21 kecamatan untuk masa bakti 2026-2031. Proses tersebut dilakukan melalui sejumlah tahapan kaderisasi, termasuk uji kompetensi dan kelayakan bagi calon ketua PAC.

Menurut Muntamah, kader perempuan perlu didorong untuk berani mengambil tanggung jawab, baik dalam struktur organisasi tingkat kecamatan maupun pada jenjang kepengurusan yang lebih tinggi.

Ia menilai proses tersebut tidak harus menunggu seorang kader memiliki kemampuan yang sempurna. Kesempatan untuk belajar dan terlibat langsung justru menjadi bagian dari pembentukan kapasitas kader.

“Jangan menunggu perempuan dianggap mampu baru diberi kesempatan. Berikan ruang untuk belajar, kemudian kemampuan itu akan tumbuh melalui proses,” jelasnya.

Selain kemampuan berorganisasi, Muntamah berharap kader yang lahir melalui proses regenerasi tetap memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat. Menurutnya, aktivitas politik seharusnya tidak berhenti pada urusan internal organisasi.

Ia menilai keberhasilan seorang kader tidak semata-mata ditentukan oleh posisi yang berhasil diraih, tetapi juga dari kontribusi dan manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Dengan demikian, regenerasi di tubuh PKB Pati diharapkan dapat berjalan beriringan dengan perluasan ruang partisipasi politik, termasuk semakin terbukanya kesempatan bagi kader perempuan untuk berkembang dan mengambil peran.

(ADV)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *