Suwarno: Hiburan Modern Tidak Bisa Dicegah, Budaya Lokal Harus Diperkuat

banner 728x60

PATI, infobaroe.com – Maraknya hiburan modern dan perkembangan teknologi digital dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan kesenian tradisional di Kabupaten Pati. Namun demikian, Anggota Komisi A DPRD Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Suwarno, menegaskan bahwa solusi yang perlu dilakukan bukanlah membatasi hiburan modern, melainkan memperkuat budaya lokal.

Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, legislator asal Kecamatan Winong itu mengatakan perkembangan teknologi merupakan bagian dari perubahan zaman yang tidak dapat dihindari. Karena itu, kesenian tradisional harus mampu beradaptasi agar tetap diminati masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Kita tidak bisa melarang masyarakat menikmati hiburan modern. Yang perlu dilakukan adalah bagaimana budaya lokal mendapatkan perhatian dan dukungan yang sama sehingga tetap eksis di tengah perubahan zaman,” ujarnya.

Menurut Suwarno, saat ini banyak anak muda lebih akrab dengan konten digital dibandingkan kesenian tradisional. Kondisi tersebut harus menjadi perhatian semua pihak agar tidak terjadi kesenjangan antara perkembangan teknologi dan pelestarian budaya.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk memanfaatkan platform digital sebagai sarana promosi kesenian tradisional. Dengan pendekatan yang lebih modern, budaya lokal dinilai memiliki peluang lebih besar untuk dikenal oleh generasi muda.

“Kalau budaya lokal dikemas dengan cara yang menarik dan mengikuti perkembangan teknologi, saya yakin anak-anak muda akan lebih mudah mengenalnya. Pelestarian budaya tidak harus selalu menggunakan cara-cara lama,” kata Suwarno.

Lebih lanjut, ia menilai kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas seni, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah. Tanpa kerja sama yang kuat, berbagai kesenian tradisional dikhawatirkan akan semakin kehilangan ruang di tengah dominasi hiburan modern.

Suwarno menegaskan bahwa budaya lokal merupakan aset daerah yang tidak ternilai. Oleh karena itu, upaya pelestariannya harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Jangan sampai generasi mendatang hanya mengetahui kesenian tradisional dari cerita atau dokumentasi. Mereka harus tetap bisa melihat, mempelajari, dan merasakan langsung warisan budaya yang kita miliki hari ini,” tegasnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *