PATI, infobaroe.com – Peran RT dan RW dalam mendukung pelayanan pemerintahan di tingkat masyarakat dinilai perlu mendapat perhatian lebih. Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pati, Suwito, menyebut kedua unsur tersebut memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan warga setiap hari.
Menurut Suwito, tanggung jawab RT dan RW tidak sebatas menangani administrasi kependudukan atau kebutuhan surat-menyurat. Mereka juga menjadi penghubung komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah desa sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di lingkungan.
“Kalau kita bicara pelayanan pemerintahan, RT dan RW adalah salah satu ujung tombaknya. Mereka yang berhadapan langsung dengan masyarakat setiap hari,” kata Suwito.
Atas dasar itu, Suwito menyatakan dukungannya terhadap rencana peningkatan tunjangan RT dan RW mulai 2027. Besaran tunjangan yang saat ini Rp1 juta per tahun diusulkan bertambah Rp500 ribu menjadi Rp1,5 juta per tahun.
Kenaikan tersebut direncanakan dilakukan secara bertahap. Setelah penyesuaian pada 2027, peningkatan kembali akan dipertimbangkan pada 2028 dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan daerah.
Suwito menilai pola bertahap dapat menjadi pilihan yang lebih realistis karena pemerintah daerah memiliki ruang untuk menyesuaikan penganggaran dengan kemampuan fiskal.
“Prinsipnya kita mendukung. Namun tentu harus melalui pembahasan anggaran dan disesuaikan dengan kemampuan daerah,” ujarnya.
Selain peningkatan kesejahteraan, Suwito menilai penguatan kapasitas RT dan RW juga perlu menjadi perhatian. Pembinaan secara berkelanjutan dinilai penting agar pengurus RT dan RW semakin memahami fungsi, tugas, serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada warga.
Ia berharap kebijakan tersebut nantinya tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan pengurus, tetapi juga membawa perubahan terhadap kualitas pelayanan masyarakat.
Dengan dukungan insentif, pembinaan, dan peningkatan kapasitas yang berjalan beriringan, RT dan RW diharapkan mampu menjalankan perannya secara lebih optimal sebagai ujung tombak pelayanan di tingkat lingkungan.
(ADV)




