Jembatan Antar Desa di Jaken Rusak, Polsek Lakukan Penanganan Cepat

banner 728x60

PATI – Jembatan penghubung antara Desa Manjang, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati dengan Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, dilaporkan amblas pada Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kerusakan terjadi pada talud dinding jembatan Sungai Randugunting dan langsung mendapat penanganan cepat dari jajaran Polsek Jaken.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Jaken, AKP Warsono, menyampaikan bahwa pihaknya segera bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat melalui Bhabinkamtibmas Desa Manjang. Petugas melakukan pengecekan guna memastikan tingkat kerusakan, dampak yang ditimbulkan, serta langkah pengamanan awal bagi warga sekitar.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Begitu mendapat laporan dari warga, kami langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan. Fokus kami adalah memastikan keselamatan masyarakat, mengamankan area jembatan, serta mendata dampak yang ditimbulkan akibat amblasnya talud,” ujar AKP Warsono.

Berdasarkan keterangan saksi, wilayah Kecamatan Jaken sebelumnya diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi sejak pagi hingga malam hari. Sekitar pukul 10.00 WIB, salah satu warga melihat talud jembatan amblas di sisi barat dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian untuk diteruskan ke Forkopimcam Jaken.

Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui jembatan dengan panjang sekitar 30 meter dan lebar 2,5 meter itu mengalami patah kurang lebih 10 meter di bagian sisi barat. Kondisi tersebut menyebabkan akses penghubung antar desa terganggu, sehingga warga terpaksa memutar melalui jembatan alternatif untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

AKP Warsono menjelaskan, selain mengganggu akses transportasi, amblasnya talud juga berpotensi membahayakan keselamatan warga.

“Kami melihat langsung bahwa amblasnya talud ini mengancam satu rumah warga beserta kandang ternak yang berada tepat di sisi barat sungai, RT 9 RW 4 Desa Manjang. Oleh karena itu, kami mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah awal, di antaranya pengamanan lokasi kejadian, dokumentasi, pencatatan keterangan saksi, serta koordinasi dengan pemerintah desa dan unsur terkait.

“Kami juga menyarankan warga untuk sementara mengevakuasi hewan ternak yang berada di sekitar bantaran sungai guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan,” imbuhnya.

Sementara itu, Pemerintah Desa Manjang berencana membuat tanggul darurat sebagai langkah awal untuk mencegah longsor meluas ke area permukiman. Dugaan sementara, amblasnya talud disebabkan oleh tingginya debit air sungai akibat curah hujan, ditambah banyaknya tiang penyangga jembatan yang menghambat aliran batang bambu di sungai.

Menutup keterangannya, AKP Warsono memastikan Polsek Jaken akan terus memantau perkembangan situasi di lokasi kejadian.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait dan melaporkan setiap perkembangan kepada pimpinan. Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap berhati-hati, terutama saat melintasi jembatan dan jalur sungai, mengingat cuaca masih berpotensi hujan,” pungkasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *