Suwarno Dorong Festival Budaya Rutin untuk Hidupkan Kesenian Tradisional Pati

banner 728x60

PATI, infobaroe.com – Pelaksanaan festival budaya secara rutin dinilai menjadi salah satu langkah efektif untuk menjaga eksistensi kesenian tradisional di Kabupaten Pati. Hal itu disampaikan Anggota Komisi A DPRD Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Suwarno, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Jumat.

Menurut legislator asal Kecamatan Winong tersebut, berbagai kesenian tradisional yang dimiliki Kabupaten Pati membutuhkan ruang ekspresi yang lebih luas agar tetap dikenal masyarakat, khususnya generasi muda.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ia menilai selama ini para pelaku seni masih berjuang secara mandiri untuk mempertahankan keberadaan kesenian daerah. Karena itu, pemerintah perlu hadir dengan program yang mampu mempertemukan seniman dan masyarakat dalam satu wadah yang berkelanjutan.

“Festival budaya bisa menjadi sarana untuk mengenalkan kembali kesenian tradisional kepada masyarakat. Selain melestarikan budaya, kegiatan seperti ini juga dapat menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan UMKM lokal,” ujar Suwarno.

Menurutnya, kesenian seperti barongan, wayang kulit, ketoprak, hingga wayang topeng memiliki nilai sejarah yang tinggi dan menjadi bagian dari identitas Kabupaten Pati. Namun tanpa ruang apresiasi yang memadai, keberadaan kesenian tersebut dikhawatirkan semakin terpinggirkan.

Suwarno menambahkan, festival budaya tidak harus selalu digelar dalam skala besar. Kegiatan di tingkat desa maupun kecamatan juga dapat menjadi media yang efektif untuk menjaga keberlangsungan seni tradisional.

“Yang terpenting adalah keberlanjutannya. Jangan hanya sekali dua kali digelar, tetapi harus menjadi agenda rutin agar para pelaku seni memiliki ruang untuk terus berkarya,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memasukkan program pelestarian budaya sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Dengan demikian, warisan budaya yang dimiliki Pati tetap hidup dan mampu diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Budaya adalah jati diri daerah. Kalau kita tidak ikut merawatnya, maka lambat laun identitas itu bisa hilang. Ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *