PATI, infobaroe.com — Keterbatasan pasokan air laut membuat petani garam di Kecamatan Batangan harus mencari cara untuk mempertahankan produksi.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Pati, Hilal Muharom, mengatakan sebagian petani kini mengandalkan pompa air seadanya karena air laut tidak dapat mengalir masuk ke tambak secara optimal.
“Petani sudah berusaha mencari solusi sendiri dengan menggunakan pompa. Tetapi ini tentu membutuhkan biaya dan kemampuan peralatan yang tidak sama antara petani satu dengan lainnya,” ujar Hilal.
Kondisi tersebut terjadi di tengah kemarau panjang dan rendahnya pasang air laut. Akibatnya, lebih dari 300 hektare tambak garam di wilayah Batangan terdampak dan tidak mampu berproduksi secara maksimal.
Menurut Hilal, penggunaan pompa tidak bisa menjadi satu-satunya solusi.
Pemerintah perlu memastikan saluran air menuju tambak dapat berfungsi dengan baik sehingga petani memiliki akses terhadap bahan baku produksi.
“Kalau petani terus mengandalkan pompa, tentu ada biaya operasional. Kita perlu melihat apakah ada solusi yang lebih efisien dan bisa digunakan bersama,” katanya.
Hilal meminta dinas terkait turun langsung melihat kondisi saluran di kawasan tambak.
Ia juga mendorong adanya pemetaan kebutuhan infrastruktur agar penanganan yang dilakukan pemerintah benar-benar sesuai kondisi lapangan.
(ADV)




