PATI, infobaroe.com – Komisi D DPRD Kabupaten Pati mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program revitalisasi sekolah setelah ditemukan sejumlah ketidaksesuaian dalam pengecekan lapangan.
Sekretaris Komisi D DPRD Pati dari Fraksi PPP, M Auliya Dian Burhanudin atau Burhan, mengatakan evaluasi diperlukan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.
“Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh. Kita melihat perencanaannya, pelaksanaannya, kemudian hasil akhirnya seperti apa. Jangan hanya melihat dari satu sisi,” kata Burhan.
Menurutnya, revitalisasi sekolah merupakan program penting karena berkaitan langsung dengan pelayanan dasar pendidikan.
“Ketika sekolah direvitalisasi, harapannya fasilitas yang diterima memang sesuai kebutuhan dan bisa digunakan secara optimal oleh siswa maupun guru,” ujarnya.
Burhan menyebut program revitalisasi di Kabupaten Pati memiliki cakupan besar. Sebanyak 90 satuan pendidikan mendapatkan program revitalisasi TA 2025, dengan total anggaran sekitar Rp67 miliar.
Karena itu, ia menilai pengawasan dan evaluasi perlu dilakukan agar pelaksanaan program tetap berada dalam koridor yang telah ditetapkan.
Komisi D sebelumnya menyoroti sejumlah sekolah, yakni SD 01 Kayen, SD 01 Sundoluhur, SD 02 Jimbaran, dan SD 02 Brati. Temuan tersebut berkaitan dengan adanya hal yang dinilai tidak sesuai antara perencanaan dan realisasi pekerjaan.
“Kita tidak ingin mencari kesalahan. Yang paling penting adalah memastikan persoalan yang ada bisa diperbaiki dan program ini benar-benar bermanfaat,” jelas Burhan.
Ia berharap hasil evaluasi dapat menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan revitalisasi sekolah berikutnya.
(ADV)




