DPRD Dorong Pengelolaan Sampah Desa Pati Diminta Libatkan Warga

banner 728x60

PATI, infobaroe.com — Penanganan sampah di kawasan pedesaan Kabupaten Pati dinilai membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan tepi jalan, dinilai dapat memicu persoalan kebersihan sekaligus mengganggu kondisi lingkungan.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Pati, Irianto Budi Utomo, mengatakan persoalan sampah tidak akan selesai apabila hanya dibebankan kepada pemerintah maupun petugas kebersihan. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih.

“Kalau persoalan sampah ingin diselesaikan sampai ke akar-akarnya, masyarakat harus ikut dilibatkan. Jangan sampai pemerintah bekerja sendiri, sementara kebiasaan membuang sampah sembarangan masih terjadi,” ujar Irianto.

Politikus Fraksi Gerindra yang berasal dari Kecamatan Tlogowungu itu menilai keberadaan sampah di sungai masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian. Sungai yang seharusnya menjadi bagian dari sistem pengairan dan saluran air justru berisiko terganggu ketika dijadikan tempat pembuangan sampah.

Karena itu, Irianto mendorong pemerintah desa bersama warga menyusun pola pengelolaan sampah yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah. Menurutnya, langkah tersebut dapat dimulai melalui edukasi kepada masyarakat, penyediaan sarana pembuangan sampah, hingga penguatan kegiatan gotong royong.

“Setiap desa tentu punya karakter dan persoalan yang berbeda. Karena itu solusinya juga harus disesuaikan, tetapi yang paling penting ada kesepakatan bersama untuk tidak menjadikan sungai dan pinggir jalan sebagai tempat membuang sampah,” jelasnya.

Ia menilai upaya menjaga kebersihan akan lebih efektif apabila dimulai dari lingkungan terkecil. Kesadaran warga untuk menjaga wilayah tempat tinggalnya diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap petugas kebersihan.

Menurut Irianto, masyarakat juga perlu memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Ketika kesadaran tersebut tumbuh, kegiatan menjaga kebersihan tidak lagi dipandang sebagai kewajiban pemerintah semata.

“Lingkungan ini milik kita bersama. Kalau ada sampah, jangan hanya menunggu petugas datang. Warga juga harus merasa punya tanggung jawab untuk menjaga wilayahnya,” pungkas Irianto.

(ADV)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *