PATI – DPRD Kabupaten Pati menilai keberhasilan program penanaman jagung tidak hanya ditentukan oleh semangat petani, tetapi juga oleh dukungan anggaran yang memadai dari pemerintah daerah. Oleh karena itu, alokasi pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dinilai perlu diprioritaskan agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, mengatakan dukungan anggaran merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan dan partisipasi petani dalam mengembangkan komoditas jagung. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan berbagai kebutuhan petani dapat difasilitasi melalui program-program yang terencana.
“Keberhasilan program penanaman jagung memerlukan dukungan yang nyata. Kami berharap pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran yang memadai agar petani semakin optimistis mengembangkan usaha taninya,” ujar Muslihan.
Ia menjelaskan bahwa anggaran tersebut dapat diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan petani, mulai dari penyediaan sarana produksi pertanian, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga program yang mampu mengurangi risiko usaha tani.
Menurut Muslihan, keberadaan dukungan pemerintah akan memberikan rasa aman bagi petani untuk meningkatkan luas tanam dan produktivitas. Dengan fasilitas yang memadai, hasil pertanian diharapkan semakin meningkat dan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Kami ingin petani memiliki kepastian bahwa mereka mendapat pendampingan dan dukungan dari pemerintah. Dengan begitu, mereka akan lebih percaya diri dalam meningkatkan produksi jagung yang menjadi salah satu komoditas strategis,” jelas politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.
Selain dukungan anggaran, Muslihan juga mendorong adanya pendampingan teknis yang berkelanjutan kepada petani. Menurutnya, peningkatan kemampuan budidaya, penggunaan teknologi pertanian, hingga akses terhadap pasar harus berjalan seiring agar hasil yang diperoleh petani semakin optimal.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, kelompok tani, dan instansi terkait menjadi kunci keberhasilan program pengembangan jagung di Kabupaten Pati. Melalui kerja sama yang baik, berbagai kendala di lapangan dapat diatasi secara lebih efektif.
Sebagai Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan menegaskan pihaknya akan terus mengawal kebijakan yang mendukung kemajuan sektor pertanian, termasuk mendorong alokasi anggaran yang berpihak kepada petani. Ia berharap program penanaman jagung dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, serta memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani di Kabupaten Pati.
(ADV)




