Potensi Lokal Pati Bisa Jadi Motor Ekonomi Kreatif, Muslihan Tekankan Peran Generasi Muda

banner 728x60

PATI – Penguatan ekonomi kreatif dinilai menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan Kabupaten Pati untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Berbagai potensi lokal dinilai memiliki nilai jual apabila dikembangkan melalui inovasi dan kreativitas.

Anggota DPRD Pati, Muslihan, mengatakan keberadaan generasi muda menjadi salah satu kunci dalam mendorong sektor ekonomi kreatif agar berkembang lebih cepat. Menurutnya, anak muda memiliki kreativitas dan kemampuan mengikuti perkembangan zaman yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah potensi daerah.

“Generasi muda ini harus menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi kreatif. Banyak potensi di Pati yang bisa dikembangkan kalau dikemas dengan cara yang lebih kreatif,” ungkap Muslihan.

Ketua Komisi B DPRD Pati tersebut melihat sektor kuliner menjadi salah satu bidang yang memiliki peluang besar. Selain itu, potensi seni dan budaya lokal juga dapat dikembangkan menjadi produk maupun jasa yang mempunyai nilai ekonomi.

Ia mencontohkan industri bandeng di Juwana yang selama ini telah memiliki identitas kuat. Menurutnya, pengembangan tidak harus berhenti pada produk yang sudah ada, tetapi dapat diarahkan pada diversifikasi sehingga menghasilkan produk dengan nilai tambah.

“Bandeng Juwana sudah punya nama. Tantangannya sekarang bagaimana potensi itu terus diinovasi sehingga tidak hanya dijual sebagai komoditas, tetapi bisa menghasilkan berbagai produk turunan,” jelasnya.

Muslihan menilai pemerintah daerah perlu mengambil peran dalam membangun ekosistem yang mendukung pelaku ekonomi kreatif. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memperbanyak pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan pasar.

Menurutnya, pelatihan harus mampu memberikan bekal praktis, mulai dari pengembangan produk, pengelolaan usaha, hingga strategi pemasaran. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya memiliki ide, tetapi juga mampu mengubahnya menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

“Pembinaan harus menyentuh kemampuan yang memang dibutuhkan pelaku usaha. Kreativitas harus dibarengi keterampilan supaya bisa menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai ekonomi,” katanya.

Selain peningkatan kapasitas, akses permodalan juga menjadi perhatian. Muslihan mendorong agar pelaku usaha kreatif tidak kesulitan memperoleh pembiayaan untuk mengembangkan usahanya.

Ia juga meminta pemerintah memperluas ruang promosi dan pemasaran produk lokal. Pemanfaatan platform digital dinilai dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan produk kreatif Pati ke luar daerah.

Lebih jauh, Muslihan menilai ekonomi kreatif dapat menjadi sarana untuk menjaga keberadaan seni dan budaya lokal. Ketika kesenian dan budaya dikemas secara menarik, potensi tersebut tidak hanya tetap hidup di tengah masyarakat, tetapi juga bisa memberikan manfaat ekonomi.

“Budaya lokal jangan hanya dijaga, tetapi juga bisa dikembangkan secara kreatif. Kalau dikemas dengan baik, bisa menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha dan generasi muda semakin kuat. Dengan dukungan tersebut, potensi ekonomi kreatif Pati diharapkan mampu berkembang dari tingkat lokal hingga menembus pasar yang lebih luas.

“Pati memiliki modal yang cukup untuk membangun ekonomi kreatif. Tinggal bagaimana semua pihak bersinergi dan mengelolanya secara berkelanjutan,” pungkas Muslihan.

(ADV)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *