PATI, infobaroe.com – Pemerintah Kabupaten Pati mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk menghadapi persoalan kekeringan dengan merencanakan pembangunan fasilitas filterisasi air di sejumlah wilayah.
Rencana tersebut mendapat perhatian dari Anggota Komisi B DPRD Pati Fraksi PDIP, Sudi Rustanto. Menurutnya, keberadaan fasilitas pengolahan air dapat membantu memperkuat akses air bersih, khususnya bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan kekeringan.
Berdasarkan rilis Pemkab Pati, setiap fasilitas filterisasi yang direncanakan memiliki kapasitas produksi sekitar 600 galon air bersih per hari.
Sudi menilai kapasitas tersebut berpotensi memberikan manfaat apabila fasilitas dibangun di lokasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kalau fasilitas itu bisa beroperasi sesuai kapasitas yang direncanakan, tentu akan membantu memenuhi kebutuhan air warga. Penempatannya harus benar-benar berdasarkan kebutuhan di lapangan,” ujar Sudi.
Ia menekankan bahwa pembangunan fasilitas filterisasi tidak bisa dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi sumber air. Kajian mengenai ketersediaan sumber air dan jumlah kebutuhan masyarakat dinilai penting agar fasilitas yang dibangun dapat berfungsi secara optimal.
Di tengah persiapan tersebut, pemerintah daerah juga masih melakukan penanganan darurat terhadap kekeringan yang melanda sekitar 40 desa.
Sudi menyebut distribusi air bersih tetap menjadi langkah yang diperlukan selama kondisi darurat. Bantuan tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
Namun, menurutnya, penanganan kekeringan perlu dilanjutkan dengan pembangunan sarana penyediaan air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Dropping air tetap penting untuk kondisi sekarang. Tetapi ke depan, perlu ada fasilitas yang bisa memberikan akses air secara lebih berkelanjutan kepada masyarakat,” katanya.
(ADV)




