PATI – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menegaskan bahwa pembangunan kawasan pedestrian di Jalan Panglima Sudirman harus mengedepankan prinsip aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan penataan ruang publik tidak hanya diukur dari tampilan fisik yang lebih indah, tetapi juga dari kemudahan akses yang dapat dinikmati semua warga, termasuk penyandang disabilitas.
Joni mengatakan setiap proyek infrastruktur perkotaan semestinya dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan berbagai kelompok masyarakat. Karena itu, fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas perlu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan.
“Ruang publik yang baik adalah ruang yang bisa dimanfaatkan oleh semua orang tanpa terkecuali. Penataan trotoar harus memberikan rasa aman, nyaman, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas,” ujarnya.
Politisi Partai Demokrat tersebut menilai keberadaan fasilitas seperti guiding block bagi penyandang tunanetra, jalur pedestrian yang cukup lebar, hingga kemiringan trotoar yang sesuai standar akan sangat membantu mobilitas masyarakat berkebutuhan khusus.
Menurutnya, pembangunan yang memperhatikan aspek inklusivitas juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkeadilan. Selain memberikan manfaat bagi penyandang disabilitas, fasilitas tersebut juga akan memudahkan lansia, anak-anak, maupun masyarakat umum saat beraktivitas di pusat kota.
“Kami berharap seluruh spesifikasi teknis yang berkaitan dengan aksesibilitas benar-benar dilaksanakan sesuai standar. Jangan sampai fasilitas yang dibangun hanya memenuhi aspek visual, tetapi kurang maksimal dari sisi fungsi,” katanya.
Joni menambahkan Komisi C DPRD Pati akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Pengawasan dilakukan agar kualitas pekerjaan sesuai dengan perencanaan, termasuk memastikan seluruh fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas tersedia dan dapat dimanfaatkan dengan baik.
Ia berharap penataan kawasan Jalan Panglima Sudirman mampu menjadi contoh pembangunan infrastruktur yang mengutamakan kenyamanan, keselamatan, dan kesetaraan akses bagi seluruh masyarakat.
“Kami ingin wajah baru pusat Kota Pati tidak hanya terlihat lebih tertata, tetapi juga menjadi ruang publik yang inklusif. Ketika semua masyarakat dapat menikmati fasilitas yang sama tanpa hambatan, maka tujuan pembangunan yang berorientasi pada pelayanan dan kesejahteraan masyarakat benar-benar dapat diwujudkan,” pungkas Joni Kurnianto.
(ADV)




