PATI, infobaroe.com — Produksi garam rakyat di Kabupaten Pati masih sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan pasang air laut. Ketergantungan tersebut membuat aktivitas petani berpotensi terganggu ketika terjadi perubahan kondisi alam, seperti kemarau panjang dengan pasang laut yang rendah.
Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi Gerindra, Yeti Kristianti, mendorong pemerintah daerah memperkuat infrastruktur penunjang di kawasan tambak garam. Menurutnya, dukungan sarana yang memadai diperlukan agar petani tidak sepenuhnya bergantung pada faktor alam.
“Cuaca memang menjadi faktor utama dalam produksi garam, tetapi sarana pendukung harus diperkuat agar petani tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi alam,” kata Yeti.
Ia menyoroti kondisi yang dialami petani garam di Kecamatan Batangan. Rendahnya pasang air laut selama kemarau membuat air sulit dialirkan ke sejumlah tambak sehingga proses produksi ikut terhambat.
Menurut Yeti, saluran air yang menjadi akses masuknya air laut perlu mendapat perhatian. Pendangkalan, kerusakan, maupun kondisi saluran yang kurang optimal dapat memperbesar kendala petani, terutama ketika ketinggian pasang laut tidak mencukupi.
“Kalau ada saluran yang dangkal atau tidak optimal, segera dilakukan normalisasi. Kalau memang membutuhkan pompa, harus dihitung titik-titik yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Selain melakukan perbaikan, ia meminta pemerintah memetakan kawasan produksi garam secara menyeluruh. Pemetaan tersebut dinilai penting agar pembangunan maupun peningkatan infrastruktur dapat diarahkan ke lokasi yang benar-benar membutuhkan.
Yeti menilai kebutuhan setiap kawasan tambak bisa berbeda. Karena itu, penentuan lokasi normalisasi saluran maupun pemasangan pompa sebaiknya berdasarkan kondisi dan kebutuhan petani di lapangan.
Tidak hanya infrastruktur, peningkatan kemampuan petani melalui pemanfaatan teknologi juga dinilai penting. Menurut Yeti, inovasi dalam proses produksi dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kondisi alam.
“Harapannya petani tidak hanya mengandalkan kondisi alam, tetapi juga mempunyai sarana dan teknologi yang bisa membantu meningkatkan produktivitas,” pungkasnya.
(ADV)




