PATI, infobaroe.com — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) diharapkan tidak hanya berorientasi pada banyaknya warga yang menjalani pemeriksaan. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menilai hasil pemeriksaan harus menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan kesehatan berikutnya.
Menurut Bandang, pemeriksaan kesehatan dalam program CKG seharusnya menjadi pintu awal untuk mengetahui kondisi masyarakat. Ketika ditemukan indikasi maupun persoalan kesehatan, diperlukan tindak lanjut yang terarah agar hasil pemeriksaan tidak berhenti sebatas pencatatan.
“CKG jangan hanya dimaknai sebagai pemeriksaan gratis. Yang lebih penting adalah apa yang dilakukan setelah masyarakat mengetahui hasilnya. Kalau ada persoalan kesehatan, harus ada tindak lanjut yang jelas,” kata Bandang.
Politikus Fraksi PDI Perjuangan tersebut menilai Puskesmas memiliki peran penting dalam memastikan kesinambungan program. Hasil pemeriksaan yang terkumpul dapat dimanfaatkan sebagai dasar untuk memberikan edukasi, melakukan pemantauan, hingga mengarahkan warga memperoleh pelayanan lanjutan sesuai kondisi masing-masing.
Ia mengatakan, deteksi lebih awal dapat membantu menekan risiko berbagai persoalan kesehatan. Karena itu, masyarakat perlu didorong untuk memanfaatkan layanan kesehatan bukan hanya ketika sudah mengalami sakit atau keluhan.
“Pemeriksaan itu merupakan langkah awal. Setelah diketahui kondisinya, masyarakat harus mendapat penjelasan dan pendampingan. Jangan sampai sudah diperiksa, kemudian selesai begitu saja,” ujarnya.
Bandang mencontohkan penanganan stunting yang membutuhkan proses panjang dan pemantauan secara berkala. Kondisi anak perlu terus diperhatikan sehingga apabila ditemukan masalah, intervensi dapat diberikan sesuai kebutuhan.
Selain persoalan stunting, ia juga mendorong agar pelaksanaan CKG disinergikan dengan berbagai layanan kesehatan dasar yang telah tersedia di Puskesmas. Dengan demikian, program nasional tersebut tidak berjalan terpisah dari sistem pelayanan kesehatan yang sudah ada di daerah.
“Yang ingin kita bangun sebenarnya adalah kesadaran untuk menjaga kesehatan sebelum sakit. CKG bisa menjadi momentum untuk mengubah kebiasaan itu,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama jajaran Puskesmas tidak menjadikan jumlah peserta pemeriksaan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan program. Dampak nyata CKG, menurutnya, justru terlihat dari kemampuan layanan kesehatan menemukan persoalan lebih cepat dan memastikan masyarakat memperoleh penanganan yang tepat.
“Kalau pemeriksaan bisa menemukan masalah lebih cepat dan kemudian ada tindak lanjut, manfaatnya jauh lebih besar. Di situlah program ini benar-benar terasa bagi masyarakat,” pungkasnya.
(ADV)




