Ning Dorong Bidan Dilibatkan dalam Program Cek Kesehatan Gratis

banner 728x60

PATI, infobaroe.com — Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dinilai perlu melibatkan tenaga kesehatan yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Endah Wahyuningati atau Ning, mendorong agar Puskesmas menggandeng bidan dalam pelaksanaan program tersebut hingga ke tingkat desa.

Menurut Ning, bidan mempunyai peran penting karena selama ini menjadi salah satu tenaga kesehatan yang paling dekat dengan warga, terutama masyarakat di wilayah pedesaan. Kedekatan itu dinilai dapat membantu pemerintah memastikan program kesehatan benar-benar menjangkau sasaran.

“Program CKG ini program nasional dari pemerintah. Puskesmas harus melibatkan semua unsur, terutama bidan, karena merekalah ujung tombak di lapangan,” kata Ning saat ditemui di Pati, Rabu (20/8/2026).

Ia menjelaskan, keberhasilan program kesehatan tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas pemeriksaan. Masyarakat juga membutuhkan pendampingan dan edukasi agar semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan serta melakukan pemeriksaan secara rutin.

Dalam hal tersebut, bidan dapat menjadi penghubung antara pelayanan yang tersedia di Puskesmas dengan kebutuhan kesehatan masyarakat di desa. Peran tersebut dinilai semakin penting dalam mendukung pelayanan ibu dan anak yang membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan.

Ning berharap kolaborasi antara Puskesmas, bidan, serta tenaga kesehatan lainnya dapat memperluas manfaat CKG. Menurutnya, program tersebut juga dapat disinergikan dengan berbagai layanan kesehatan dasar yang sudah berjalan di desa.

“Ini program baik di desa terkait program dasar mulai stunting, layanan ibu hamil dan lain-lain. Semua harus berjalan bersamaan agar hasilnya maksimal,” ujarnya.

Selain itu, Ning menekankan pentingnya edukasi kesehatan perempuan sejak sebelum memasuki masa kehamilan. Menurutnya, upaya menjaga kesehatan ibu tidak seharusnya baru dilakukan ketika seorang perempuan sudah mengandung.

Ia menilai langkah pencegahan dan edukasi sejak dini menjadi bagian penting untuk menekan berbagai risiko yang dapat terjadi pada ibu maupun anak.

“Angka kematian ibu melahirkan cukup tinggi, sehingga program-program harus benar-benar dijalankan. Adanya angka kematian ini sangat prihatin,” ungkapnya.

Karena itu, keberadaan bidan di desa diharapkan tidak hanya berfungsi dalam memberikan pelayanan medis. Lebih dari itu, bidan juga memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi serta mendampingi masyarakat agar lebih sadar terhadap pentingnya kesehatan.

Dengan sinergi yang lebih kuat antara Puskesmas dan tenaga kesehatan di tingkat desa, Ning berharap program CKG maupun berbagai program kesehatan lainnya dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Pati.

(ADV)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *