PATI, infobaroe.com — Anggota DPRD Pati dari Fraksi PKB, Muhammadun, mengingatkan pondok pesantren agar tetap mempertahankan jati diri dan nilai-nilai pendidikan yang selama ini menjadi kekuatan utama lembaga pesantren.
“Pesantren memiliki karakter pendidikan yang khas. Di tengah perubahan zaman, modernisasi boleh dilakukan, tetapi nilai-nilai akhlak, keteladanan dan pendidikan karakter tidak boleh hilang.” utassnya.
Menurutnya, pesantren memiliki kekuatan karena pendidikan tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui kehidupan sehari-hari para santri.
Kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab dan kehidupan bersama menjadi bagian dari proses pembentukan karakter.
Hal tersebut sejalan dengan tujuan UU Nomor 18 Tahun 2019 yang antara lain mengatur pembentukan individu yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berilmu, mandiri dan moderat.
Muhammadun menilai pesantren juga harus mampu menyesuaikan diri dengan tantangan baru, termasuk perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
“Santri sekarang hidup di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat. Pesantren harus mampu memberikan bekal agar mereka kuat secara agama, karakter dan juga mampu menghadapi perkembangan zaman,” lanjutnya.
Ia menambahkan, modernisasi pengelolaan pesantren harus dibarengi dengan penguatan pengawasan dan tata kelola.
Menurutnya, perkembangan zaman justru harus dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi antara pengasuh, santri dan orang tua.
“Yang kita inginkan adalah pesantren yang maju, terbuka terhadap perkembangan zaman, tetapi tetap kokoh dalam nilai dan akhlaknya,” pungkas politikus senior PKB tersebut.
(ADV)




