Siti Mastikah Soroti Keamanan Santriwati di Lingkungan Pesantren

banner 728x60

PATI, infobaroe.com — Anggota DPRD Pati dari Fraksi PPP, Siti Mastikah, menyoroti perlunya perhatian khusus terhadap keamanan santriwati di lingkungan pondok pesantren.

Menurutnya, anak perempuan yang tinggal di lingkungan pesantren membutuhkan sistem perlindungan yang memastikan mereka memiliki ruang aman untuk belajar dan menyampaikan keluhan.

“Santriwati harus memiliki ruang aman. Ketika ada perlakuan yang membuat mereka tidak nyaman atau merasa terancam, harus ada pihak yang bisa menerima laporan dan memberikan perlindungan,” ujar Siti Mastikah.

Ia menilai kasus dugaan kekerasan seksual di dua pesantren Pati harus menjadi evaluasi terhadap pola pengawasan santri.

“Jangan sampai hubungan antara pengasuh dan santri membuat korban merasa tidak memiliki keberanian untuk berbicara. Harus ada mekanisme pengaduan yang jelas dan mudah dijangkau,” katanya.

Dalam perkara Ndholo Kusumo, Polresta Pati bahkan membuka posko pengaduan bagi korban lain yang ingin melaporkan dugaan peristiwa serupa.

Siti Mastikah mengatakan, keberadaan mekanisme pengaduan penting karena relasi antara pengasuh dan santri dapat membuat seorang anak merasa berada pada posisi yang sulit ketika mengalami persoalan.

“Anak harus tahu bahwa ketika mengalami sesuatu, ada orang dewasa yang akan membela dan melindunginya,” ujarnya.

Ia juga meminta orang tua tidak ragu berkomunikasi dengan pengelola pesantren dan memastikan kondisi anak selama mengikuti pendidikan.

“Komunikasi antara orang tua dan anak harus tetap terjaga. Pengawasan bukan berarti tidak percaya kepada pesantren, tetapi bagian dari perlindungan terhadap anak,” katanya.

Siti berharap seluruh pesantren di Pati memperkuat sistem perlindungan santri agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

(ADV)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *