PATI, infobaroe.com – Penurunan dua spanduk dukungan terhadap Bupati nonaktif Pati, Sudewo, menuai protes dari para pendukungnya. Sekitar 30 orang yang tergabung dalam kelompok loyalis Sudewo mendatangi kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati, Senin (19/10/2026), untuk meminta kejelasan terkait penertiban spanduk di kawasan Alun-Alun Simpang Lima Pati.
Kedatangan mereka bertujuan mempertanyakan alasan pencopotan dua spanduk yang diklaim telah memiliki izin pemasangan. Para loyalis menilai, tindakan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
Ketua Loyalis Sudewo, Anang Afiyana Firdaus, mengatakan bahwa kehadiran mereka di kantor Satpol PP merupakan upaya menyampaikan aspirasi sekaligus meminta pertanggungjawaban atas penurunan spanduk tersebut.
Ia menegaskan, kedatangan rombongannya bukan untuk menekan atau mengintimidasi petugas, melainkan memperoleh kejelasan mengenai dasar penertiban yang dilakukan.
“Kami ke sini bukan untuk mempersekusi, tapi meminta pihak Satpol PP bertanggung jawab. Karena kami memasang spanduk atau baliho dukungan terhadap Pak Sudewo ini kan berizin, bukan liar,” ungkap Anang.
Menurutnya, keterbukaan informasi dari instansi terkait menjadi hal penting untuk memastikan apakah penurunan spanduk tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Anang juga meminta agar persoalan perizinan diperjelas sehingga tidak terjadi perbedaan pemahaman antara pihak pemasang spanduk dan petugas yang melakukan penertiban.
Selain meminta penjelasan, para loyalis Sudewo turut mendesak agar dua spanduk yang telah dicopot dikembalikan ke tempat pemasangan semula. Mereka berharap tuntutan tersebut mendapat tindak lanjut nyata dari pihak Satpol PP.
Anang menegaskan, pihaknya akan terus memantau perkembangan persoalan itu sampai memperoleh kepastian penyelesaian.
“Jadi, mereka yang mencopot, juga mereka pula yang harus memasangnya lagi. Dan ini akan kami kawal terus,” tegasnya.
Aksi penyampaian aspirasi tersebut menjadi bentuk keberatan para loyalis terhadap penurunan alat peraga dukungan untuk Sudewo. Mereka berharap persoalan ini dapat diselesaikan melalui komunikasi terbuka sehingga alasan penertiban maupun status perizinan kedua spanduk menjadi jelas.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Satpol PP Kabupaten Pati mengenai alasan pencopotan dua spanduk tersebut. Pernyataan mengenai izin pemasangan yang disampaikan pihak loyalis juga masih memerlukan konfirmasi dari instansi terkait agar persoalan ini dapat diberitakan secara berimbang.




